Orangnya baru pulang bertapa!. Terlalu lama untuk ukuran normal, tapi tak apalah daripada tak pulang sama sekali. Hayo, berilah selamat untuk orang ini!. :p
Segala yang Remeh!
“Iklan brengsek!”, begitulah sumpah serapah yang spontan keluar dari mulutku saat melihat sebuah iklan di tv beberapa hari lalu. Tentu saja kedongkolan ini bukanlah yang pertama kali buatku, mengingat saya termasuk orang yang sering ngeri dengan iklan. Bukan apa-apa, tanpa perlu menunggu sampai khatam semua teori canggih nan njlimet ala Cultural Studies atau sejenisnya, cukup belajar dari pengalaman kita sehari-hari saja, saya kira tak terlalu sulit untuk sampai pada sebuah kesimpulan bahwa terlampau banyak ‘tipuan’ dan manipulasi didalamnya, yang terus-menerus dipertontonkan untuk maksud-maksud yang sepenuhnya merugikan kita. Saya yakin se-yakin-yakinnya jika anda (dan kebanyakan orang lainnya) pernah mengalami kesialan-kesialan tragis akibat sikap taklid buta pada iklan – maaf, ini serius bukan lebay!.
“Marcos adalah seorang gay di San Fransisco, berkulit hitam di Afrika Selatan, Seorang Asia di Eropa, seorang anarkis di Spanyol, seorang Palestina di Israel…seorang pencinta damai di Bosnia, seorang pemogok di serikat Buruh, seorang perempuan lajang di kereta metro pukul 10 malam….Marcos adalah semua kelompok minoritas yang dieksploitasi, dimarjinalisasi, dan ditindas, yang terus melawan dan berkata ‘Cukup Sudah!’”[Subcomandante Marcos, Juru Bicara EZLN]