Tampilkan postingan dengan label tulisan lepas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan lepas. Tampilkan semua postingan

15 April 2011

Chuck [Bukan Sebuah Resensi]

Harus saya akui, akhir-akhir ini saya memang keranjingan nonton serial Chuck. Sebenarnya, saya bukanlah jenis orang yang bisa dikategorikan sebagai 'penggila' film, apalagi yang berjenis serial, jika ada perlombaan berapa banyak jumlah film atau serial sudah pernah ditonton, saya mungkin termasuk juru kunci dibanding beberapa kawan yang lain. Perkenalan saya dengan Chuck juga bukan karena memang lagi kepingin nonton film tapi semata-mata karena rasa penasaran melihat si Wawan, Sawing dan Mamet begitu menikmati serial itu. Ibarat orang yang sedang jatuh cinta, hari-hari mereka penuh dengan warna-warni Chuck berikut segala tetek-bengeknya. Melewati satu hari saja tanpanya berarti sama dengan melalui 100 tahun kesunyian. Meski harus menonton dengan hanya mengandalkan netbook milik Sawing, militansi mereka seperti tak berbatas. Barangkali ada semacam kesepakatan umum dibenak orang-orang ini bahwa ukuran layar adalah urusan nomor sekian dibanding keutamaan Chuck itu sendiri. Benar-benar jenis cinta yang keras kepala sodara-sodara!

3 April 2011

Mengembalikan Kopi (Hitam): Sebuah Pembelaan!


"Nowadays, you can do anything that you want—anal, oral, fisting—but you need to be wearing gloves, condoms, protection” (Slavoj Zizek)


“Iklan brengsek!”,  begitulah sumpah serapah yang spontan keluar dari mulutku saat melihat sebuah iklan di tv beberapa hari lalu. Tentu saja kedongkolan ini bukanlah yang pertama kali buatku, mengingat saya termasuk orang yang sering ngeri dengan iklan. Bukan apa-apa, tanpa perlu menunggu sampai khatam semua teori canggih nan njlimet ala Cultural Studies atau sejenisnya, cukup belajar dari pengalaman kita sehari-hari saja, saya kira tak terlalu sulit untuk sampai pada sebuah kesimpulan bahwa terlampau banyak ‘tipuan’ dan manipulasi didalamnya, yang terus-menerus dipertontonkan untuk maksud-maksud yang sepenuhnya merugikan kita. Saya yakin se-yakin-yakinnya jika anda (dan kebanyakan orang lainnya) pernah mengalami kesialan-kesialan tragis akibat sikap taklid buta pada iklan – maaf, ini serius bukan lebay!.

3 September 2006

Bukan Sekedar Memaki

Rupanya, tak ada yang benar-benar beres dinegeri ini. Berkali-kali kita dibuat terluka oleh peringai mereka yang biasa menyebut dirinya “pemilik negara”, hampir bisa dipastikan tak ada kosakata "rakyat" dalam kamus mereka. Lucunya, prilaku ini seperti mendapat tempat dimana-mana, tanpa malu dan tanpa rasa. Bahkan untuk sebuah institusi bernama kesehatan sekalipun, tempat dimana setiap orang semestinya diperlakukan dengan baik, sebab mereka pantas untuk itu.

Rumah Sakit yang sesungguhnya menjadi tempat bagi setiap pasien untuk berobat dan mencari kesembuhan, ternyata tak lebih dari sarang segala penyakit. Bayangkan, hampir sulit mendapatkan perlakuan dan pelayanan yang baik ditempat ini, apalagi jika anda orang miskin dan tak punya uang. Belum lagi, birokrasi yang berbelit-belit, selalu dipersulit dan diagnosa dokter yang sering salah. Maka, tak perlu terheran-heran jikalau anda menemukan orang yang sakitnya bertambah parah bahkan nyawanya harus melayang beberapa saat sepulang dari rumah sakit.