
Harus saya akui, akhir-akhir ini saya memang keranjingan nonton serial
Chuck. Sebenarnya, saya bukanlah jenis orang yang bisa dikategorikan sebagai 'penggila' film, apalagi yang berjenis serial, jika ada perlombaan berapa banyak jumlah film atau serial sudah pernah ditonton, saya mungkin termasuk juru kunci dibanding beberapa kawan yang lain. Perkenalan saya dengan Chuck juga bukan karena memang lagi kepingin nonton film tapi semata-mata karena rasa penasaran melihat si
Wawan,
Sawing dan Mamet begitu menikmati serial itu. Ibarat orang yang sedang jatuh cinta, hari-hari mereka penuh dengan warna-warni Chuck berikut segala tetek-bengeknya. Melewati satu hari saja tanpanya berarti sama dengan melalui 100 tahun kesunyian. Meski harus menonton dengan hanya mengandalkan netbook milik Sawing, militansi mereka seperti tak berbatas. Barangkali ada semacam kesepakatan umum dibenak orang-orang ini bahwa ukuran layar adalah urusan nomor sekian dibanding keutamaan Chuck itu sendiri. Benar-benar jenis cinta yang keras kepala sodara-sodara!